Tampilkan postingan dengan label Hemat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hemat. Tampilkan semua postingan

Cara Berhemat di Jakarta - 10 Tips Hidup Hemat


Hidup di kota besar seperti Jakarta itu tidaklah mudah. Rata-rata pengeluaran di ibukota Indonesia ini juga sudah tergolong tinggi. Tapi, tidak sedikit juga pendatang di kota ini yang ingin mengadu nasib. Bekerja dengan gaji pas-pasan sebesar Upah Minimum Propinsi (UMP) Jakarta.


Terus gimana cara berhemat di Jakarta dengan gaji segitu dan biaya hidup yang tidak sedikit itu? Apakah ada tips menghemat uang yang bisa diterapkan oleh kita yang punya gaji pas-pasan?



Biaya Hidup dan UMP di Jakarta


Rata-rata, biaya hidup di Jakarta itu per orang, adalah Rp7.051.412,65 per bulannya. Coba saja cek di sini. Memang, angka dalam situs itu adalah angka rerata yang mungkin tidak mendeskripsikan dengan tepat semua orang. Namun, kayaknya deviasi dari perhitungan itu tidak jauh.


Biaya hidup di atas itu saja masih belum termasuk biaya sewa.

Coba kita hitung ya….
cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Besaran gaji gak seberapa, tapi biaya hidup gede… gimana cara berhemat di Jakarta kalau gitu?




Anggap sehari untuk makan kita menghabiskan Rp42.000 seperti yang dituliskan di situs itu – restoran tidak mahal. Kemudian, kita butuh juga transport. Untuk uang transport kita pakai saja yang Rp3.500 per satu trip. Dengan rata-rata 2 trip, artinya sehari membutuhkan Rp7.000 per orang. Total sudah sebesar Rp1.470.000 per bulan.


Itu belum termasuk biaya listrik dan utilitas bulanan lainnya. Internet? Buah? Beli pakaian dan lainnya. Dengan gaji UMP Jakarta, yaitu Rp3.648.035, artinya pengeluaran untuk makan dan transport di atas sudah mencapai 40% dari total.

Lalu, bagaimana kita bisa berhemat dan membeli “masa depan” yang lebih baik? Bukankah tujuan setiap orang bekerja adalah mendapatkan masa depan yang lebih baik?



Cara Berhemat di Jakarta


Nah, Tips dan Trik kali ini ingin berbagi tips untuk hidup hemat di ibukota ini. Biar kita bisa tetap menabung dan menyiapkan masa depan kita semua, walaupun gaji kita pas-pasan.



1. Jangan Sesuaikan Biaya Hidup dengan Gaya Hidup


Melainkan, sesuaikan gaya dengan biaya hidup kamu. Ini tips hemat untuk hidup di Jakarta, apalagi kalau gaji kamu pas-pasan. Jangan memaksakan diri untuk ikut dalam gaya hidup serba wah yang kamu lihat di luaran sana – atau yang diadopsi teman kantor.




Gak apa kok jadi beda sendiri.



2. Berani Nolak Ajakan Hang Out 


cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Salah satu cara berhemat di Jakarta itu ya… berani nolak ajakan hangout dari teman kalau lagi gak punya uang. Gak usah gaya pakai kartu kredit.




Kata orang, kalau mau berhasil dalam bergaul, harus siap menerima ajakan orang lain. Namun, di sisi lain, kamu pun harus bisa berani nolak ajakan untuk nongkrong bareng – apalagi di tempat yang wah kalau kamu lagi gak ada uang. Jangan paksa diri kamu – bahkan sampai hutang sana-sini agar dianggap keren.



3. Jangan Pernah Menggunakan Kartu Kredit untuk Gaya


Bahkan… kalau bisa, hindari mendaftar kartu kredit. Terutama kalau kamu sendiri bukan tipe orang yang bisa mengendalikan pengeluaran kamu. Jangan pakai kartu kredit agar kamu tidak melakukan nomor 2 di atas. Ingat loh, kartu kredit itu hutang – harus dibayar.


Daripada pakai kartu kredit untuk gaya hidup wah, mendingan uangnya dipakai untuk nabung atau beli yang memang kamu butuhkan kan?



4. Masak Lebih Enak


cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Masak sendiri… salah satu tips cara hidup hemat di Jakarta




Daripada makan di luar terus – di foodcourt dengan harga makanan minimal di kisaran Rp50ribu, lebih baik masak sendiri. Bawa bekal untuk makan siang. Kalau kamu kos, bisa juga ajak teman kos untuk patungan untuk masak ini kan? Selain itu, masak sendiri ini memungkinkan kamu mengatur asupan gizi sendiri kan? Hidup jadi lebih sehat.



5. Pakai Transportasi Massal


Lebih lama sih memang kalau pakai transportasi massal seperti bus, busway, mikrolet, dan lainnya, karena mereka suka ngetem atau antrinya lama. Akan tetapi, ongkos yang dikeluarkan jauh lebih murah kan? Dibandingkan kamu naik taksi atau ojol.


Kamu boleh aja naik taksi atau ojol, kalau kamu menerapkan cara berhemat di Jakarta berikutnya.

6. Cari Diskon Atau Barengan untuk Taksi/Ojol


cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Usahakan naik transportasi massal – naik taksi kalau ada diskon atau barengan – salah satu cara berhemat di Jakarta




Diskon di aplikasi Ojol itu sering dikasih kok. Nah kalau kamu lagi dapat promo itu, bolehlah kamu naik transport yang satu ini. Atau kalau kamu mau naik taksi, boleh ajak teman-teman untuk barengan dan berbagi ongkos.



7. Cari Hiburan Gratis


Banyak loh hiburan gratis sekarang ini. Kita bisa dapat hiburan gratis secara online ataupun offline. Daripada keliling mall dan bikin gatel ingin belanja, kamu bisa coba datangi tempat-tempat seperti Taman Ismail Marjuki yang sering mengadakan acara pementasan gratis.



cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Gak usah memaksakan datang ke konser mahal… cari hiburan gratis di Youtube juga bisa kan?




Baca buku pun boleh kok…. Kalau mau baca, bisa pinjam sama penulis di sini.
Baca juga: Cara Mudah Menjadi Selebgram

8. Jangan Malu Menerima Lungsuran


Kalau kamu berasal dari keluarga besar dan punya kakak, adalah biasa untuk menerima hibahan barang yang sudah tidak dipakai oleh kakak. Jangan malu untuk menerima barang seperti ini. Toh kamu gak nyolong kan? Ini juga salah satu cara berhemat di Jakarta, jangan perbesar malu pada orang lain karena tampilan.



9. Cuci Sendiri Lebih Baik daripada Laundry


Memang sekarang ini sudah ada laundry kiloan yang harganya boleh dibilang murah. Kisaran Rp6-10ribu per kilo. Namun, kalau kamu bisa mencuci baju sendiri, kenapa harus laundry? Uang laundry bisa kamu pakai untuk yang lain kan? Seperti untuk beli buku.



cara berhemat di jakarta - hidup hemat

Cara berhemat di Jakarta berikutnya adalah… daripada laundry, mending olahraga dengan cuci baju sendiri




10. Cari Kos Murah


Cari kos murah kalau memang kamu harus kos untuk kerja di Jakarta. Jangan terpaku pada fasilitas yang serba wow seperti Wi-Fi gratis, AC, dan lainnya. Apalagi kalau kamu jarang pakai fasilitas itu karena jam kerja kamu gak memungkinkan. Daripada bayar mahal karena fasilitas yang tidak dipakai, cari saja kos yang lebih murah. Kelebihan uangnya bisa kamu pakai untuk yang lain.



Tips: +1 Biasakan Gerak Kalau Jarak Dekat


Menyambung cara berhemat nomor 5 di atas, ada tips bonus nih, yaitu biasakan untuk gerak. Apalagi di Jakarta yang sering macet di mana-mana ya. Gerak alias jalan kaki kalau jarak tempuh dekat itu jauh lebih hemat dan menyehatkan tubuh. Gak perlu juga bayar biaya gym bulanan yang mahal kan jadinya?



Ada Tips Hidup Hemat di Jakarta Lainnya?


Itu 10 cara berhemat di Jakarta dari Tipsdantrik.id. Kalau kamu, ada tips lainnya, yang biasa kamu lakukan untuk hidup hemat di Jakarta?




7 Tip Hemat Pengeluaran Uang di Masa Pandemi Ala Financial Planner



Hemat Pengeluaran Uang ? Pandemi COVID-19 jadi memaksa kita untuk pintar-pintar mengelola uang, ya kan? Ya, gimana enggak? Pandemi ini mengimbas pada kita enggak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi ekonomi. Adakah di antara kamu yang saat ini harus kehilangan pekerjaan? Kalau ada, mau enggak mau, sekarang kamu mesti nerapin trik-trik hemat pengeluaran uang.

Kalau enggak? Ya, runyam. Pasalnya, kita juga enggak tahu pasti, kapan ekonomi membaik, seenggaknya pulih seperti sediakala.

Terus, gimana ya cara menghemat pengeluaran kita ini, sementara kita belum tahu pasti, kapan pandemi berakhir meski era new normal sudah dimulai?

Kebetulan nih, kemarin sempat belajar sama seorang financial planner, tentang taktik untuk hemat pengeluaran selama pandemi. Mau tahu bocorannya? Cus, simak artikel ini sampai selesai ya!

7 Tip Hemat Pengeluaran uang yang Efektif ala Financial Planner



7 Tip Hemat Pengeluaran Uang di Masa Pandemi Ala Financial Planner


1. Motivasi dan niat


Kunci awal kalau kamu ingin mengelola keuangan dan hemat pengeluaran adalah niat besar untuk melakukannya. Nggak sekadar “berniat untuk pengin”, tetapi harus benar-benar mau dan ingin melakukannya.

Caranya: carilah motivasi yang kuat. Misalnya, bisa memperpanjang napas sampai 3 bulan ke depan, tanpa utang, tanpa penghasilan. Atau, tagihan kartu kredit bisa lunas, meski penghasilan menurun. Sesuaikan saja dengan permasalahan keuanganmu sekarang.

Buatlah motivasi ini se-real mungkin. Kalau perlu, senyesek mungkin. Semakin realistis, semakin besar pula niat kamu untuk mulai gaya hidup hemat.

Baca Juga : Cara Berhemat di Jakarta – 10 Tips Hidup Hemat

2. Buat anggaran


Anggaran adalah koentji pertama dalam upaya hemat pengeluaran ini, jadi ayo, duduk dan buat anggaran belanja untuk bulan ini. Mumpung masih awal bulan nih (saat artikel ini ditulis)!

Banyak orang malas melakukan ini. Entah mengapa, mungkin karena terlalu abstrak, atau saking banyaknya keperluan yang semuanya butuh uang. Padahal ya, enggak rumit juga loh. Saya yang malas ribet aja bisa kok, bikin anggaran belanja bulanan demi langkah hemat pengeluaran.

Mau tahu caranya? Begini cara mudah membuat anggaran:

  • Hitung pemasukan total

  • Buat daftar kewajiban: listrik, PDAM, pulsa, cicilan utang, tagihan, SPP anak, dan lain-lain, yang rutin dikeluarkan setiap bulan.

  • Tentukan proporsi investasi, minimal biasanya sih 10%. Tapi kalau kamu kesulitan uang sekarang, proporsi ini bisa diturunkan. Yang penting ada.

  • Tentukan kebutuhan dapur, coba cek pengeluaran bulan lalu.


Kalau malas menuliskannya, pakai amplop. Tiap amplop diisi uang sesuai anggaran, tulis “judul”-nya di sampul.

Simpel kan?

cara berhemat di jakarta - hidup hemat


3. Catat pengeluaran


Mencatat setiap uang yang keluar adalah koentji kedua untuk langkah hemat pengeluaran. Bebas, kamu mau mencatatnya di laptop dengan Excell, atau dengan aplikasi, atau kayak saya yang old school: pakai buku tulis.

Salah seorang teman yang lebih males dari saya pakai cara ngumpulin nota, dan disatukan dalam kelompok pengeluaran yang berbeda, lalu disimpan dalam box. Cara ini juga bisa kamu sontek.

Yang mana saja, asalkan nyaman dan bisa membuatmu konsisten untuk mencatat. Temukan cara yang paling nyaman untukmu ya.

4. Beli sesuai kebutuhan


Sudah punya anggaran, jangan dianggurin. Kadang gitu, sudah bikin bujet, eh … jatuhnya lupa. Nggak diterapkan.

So, dipakai ya bujetnya. Terutama yang belanja groceries. Belilah sesuai kebutuhan. Meski kondisi darurat apa pun, enggak usah nyetok terlalu banyak. Akan lebih baik jika kamu menyimpan uang, ketimbang menyimpan bahan makanan.

Mungkin kamu berpikir, ah, sekarang lebih banyak belanja online, jadi enggak ada kesempatan buat window shopping. Jadi bisa terkendalilah ya, belanjalah.

Tapi, siapa bilang? Biar belanja online, tetep bisa window shopping kok. Coba, siapa yang hobinya scrolling marketplace, terus pencet-pencet “masukkan keranjang”, terus tahu-tahu kok checkout?

Mana bisa hemat pengeluaran kalau gini caranya, ya kan?

Jadi selalulah bertanya pada diri sendiri, kapan pun nafsu belanja muncul: butuh beneran atau pengin aja nih? Kalau pengin aja, bisa enggak ditunda? Atau, mungkin masih ada barang sejenis di rumah yang bisa dipakai dengan fungsi sama?

Jangan langsung checkout, tapi coba beri diri sendiri waktu untuk berpikir. Siapa tahu, besok sudah enggak pengin beli barang itu lagi.

tips memilih software cloud erp indonesia


5. Susun prioritas


Di poin kedua di atas, ada yang namanya daftar kewajiban. Inilah yang harus diprioritaskan dalam pengeluaran kita. Yang lain, masih bisa diatur.

Adalah penting buat kita untuk bisa mengenali dan menentukan prioritas kebutuhan kita. Dengan demikian, kita pun bisa menentukan, mana yang lebih penting untuk dicukupkan lebih dulu.

6. Awas, impulsive buying!


Nah, ini nih yang tadi kita bahas di poin 4 tadi. Yang terjadi, justru di masa pandemi ini, banyak orang terjebak pada impulsive buying loh. Belanja cuma karena pengin, belanja barang-barang yang kemudian kita sendiri lupa, beli karena apa. Belanja, karena orang lain pada punya juga, dan katanya bagus. Belanja, karena katanya barang ini penting digunakan selama pandemi.

Hayo, siapa yang sempat panic dan impulsive buying selama pandemi ini? Beli masker, cairan pemutih, hand sanitizer, cairan alkohol, tisu basah, tisu toilet berlebihan, sampai nyetok berkardus-kardus di rumah?

membangun dana darurat


7. Dana darurat


Yang terakhir, kalau saya nih, manjur banget buat “ngerem” keinginan buat belanja hal-hal yang nggak perlu dan bisa hemat pengeluaran. Prioritas dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang bisa kita pakai untuk keperluan-keperluan darurat. Misalnya kayak sekarang, kita kehilangan pemasukan akibat pandemi COVID-19. Kita enggak akan terlalu bingung karena ada dana darurat yang bisa dipakai untuk menyambung hidup dulu, seenggaknya sampai kita menemukan peluang baru untuk menambah penghasilan.

Keliatan banget sih, yang sekarang survive itu, biasanya yang memang punya dana darurat cukup kuat.

Nah, itu dia 7 tip hemat pengeluaran ala financial planner. Gimana, menurutmu, mantul nggak? Atau, ada yang perlu dibenahi atau disesuaikan? Boleh ditulis di kolom komen ya.

Well, semoga pandemi ini segera berlalu dan kita selalu dilimpahi kesehatan ya! Cheers!