Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Prinsip Pembelajaran Quantum Teaching

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran di sekolah, perlu adanya penelitian tindakan kelas yang sifatnya lebih inovatif agar pembelajaran yang terjadi lebih bisa dinikmati siswa dengan penuh semangat dan gairah, agar siswa lebih punya motivasi untuk lebih giat belajar. Model pembelajaran yang sesuai adalah Quantum Teaching.
  Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran di sekola Prinsip Pembelajaran Quantum Teaching
Dengan adanya pembelajaran yang bersifat kreatif dan menyenangkan sebagaimana dituntut dalam pembelajaran Quantum Teaching, maka siswa akan merasa mudah mempelajari berbagai mata pelajaran di sekolah, karena ketika belajar itu menyenangkan pada akhirnya kemampuan belajar siswa akan meningkat dan nilai pelajaran akan mencapai ketuntasan. Quantum teaching memiliki lima prinsip (Deporter, 2008:7) adalah sebagai berikut :

5 Prinsip Pembelajaran Quantum Teaching

1. Segalanya Berbicara

Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh, dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran semuanya mengirim pesan tentang belajar. 

2. Segalanya Bertujuan

Semua yang terjadi dalam penggubahan kita mempunyai tujuan. 

3. Pengalaman sebelum Pemberian Nama

Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. 

4. Akui Setiap Usaha

Siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. 

5. Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan

Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Demikain 5 Prinsip Pembelajaran Quantum Teaching sesua dengan prinsip yang dikemukakan oleh Deporter dalam bukunya tahun 2008 halaman 7.

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

4,94% Guru Tak Lulus Uji Kompetensi Awal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

SEMARANG- Sebanyak 1.840 guru di Jawa Tengah yang merupakan peserta Ujian Kompetensi Awal (UKA) sertifikasi 2012, tidak lolos seleksi.

Di Kota Semarang terdapat 79 orang yang tidak lolos untuk mengikuti proses selanjutnya, yakni Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

Berdasarkan data Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng sebagai penyelenggara UKA 2012, dari total 37.211 pendidik yang mengikuti ujian, terdaftar 35.371 peserta dinyatakan lulus. Sementara 1.840 guru tidak lulus UKA dan tidak bisa mengikuti sertifikasi jalur PLPG tahun 2012.

Penanggung jawab UKA Jateng 2012 Tartib Supriadi mengatakan, yang tidak lulus adalah 4,94% dari total jumlah peserta UKA 2012. Mereka tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng.

''Hasil tersebut telah diumumkan pada 22 April lalu melalui online. Pengumuman itu mundur dua hari dari jadwal yang ditentukan pada aturan penyelenggaraan UKA 2012, mengingat panitia pusat harus melakukan pemerataan kuota sertifikasi di seluruh provinsi berdasarkan passing grade atau tingkat nilai kelulusan guru,'' kata dia yang juga Kabid Pemetaan Mutu dan Supervisi LPMP Jateng itu.


Bisa Mengulang

Di Jateng ada tiga kabupaten/kota yang meraih hasil atau nilai di atas rata-rata nasional, yakni Kota Solo, Kota Magelang, dan Kabupaten Banyumas.

Untuk di Kota Semarang, dari 2.374 peserta UKA yang dinyatakan lulus 2.275 orang, sedangkan sisanya tidak lolos, termasuk mereka yang tidak hadir pada ujian utama maupun susulan.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Semarang Tri Waluyo mengatakan, mereka yang mengikuti pelaksanaan ujian tetapi tidak lulus ada 79 guru, sedangkan yang tidak hadir dalam UKA ada 20 orang.

''Yang tidak hadir juga dinyatakan tidak lulus atau dianggap mengundurkan diri. Alasan lainnya mereka tidak mengikuti ujian, karena tidak sesuai dengan ijazah mengajar dan tidak memberikan keterangan,'' ungkapnya.

Bagi peserta yang tidak lulus ataupun tidak hadir pada UKA 2012, dapat mengikuti dan mengulang di seleksi UKA tahun 2013. UKA merupakan seleksi awal bagi guru yang akan mengikuti proses sertifikasi sebelum menempuh PLPG. (K3-37)

Sumber : suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Cair, Dana BOS Siswa Madrasah Rp 331 M

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

SEMARANG - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 331 miliar lebih untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Jateng, akhir Maret ini sudah cair. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening satuan pendidikan (MI dan MTs) melalui KPPN Jateng. Langkah ini untuk meminimalisasi mekanisme birokrasi, sehingga bisa cepat sampai ke tujuan dan digunakan sesuai dengan aturan.

Kabid Mapenda Islam Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jateng Drs H Jamun Effendi MPdI menjelaskan, pencairan dana BOS untuk siswa madrasah dilakukan dalam empat tahap atau tiap triwulan sekali selama setahun. Tahap pertama cair pada minggu keempat Maret dan tahap kedua pertengahan April.

Besaran dana BOS masing-masing siswa MI Rp 580.000/tahun, sedangkan MTs Rp 710.000/tahun/siswa. Adapun jumlah siswa MI di Jateng ada 522.391 anak dan MTs 39.456 anak. Dengan demikian, total dana BOS untuk siswa MI dan MTs se-Jateng sebesar Rp 331 miliar lebih.

Dia menjelaskan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya,  besaran BOS yang diterima siswa madrasah tahun ini meningkat. Tahun sebelumnya nominal dana BOS untuk anak MI Rp 390.000/siswa/tahun, sedangkan untuk siswa MTs Rp 570.000/siswa/tahun.


Proses pencairan dilakukan dengan cara validasi data siswa by name. Setelah validasi berkas selesai, diajukan ke KPPN oleh Tim BOS Provinsi. Setelah itu, dana ditransfer ke rekening satuan pendidikan se-Jateng.

Menurutnya, keperluan operasional madrasah yang bisa dibiayai BOS, antara lain pembelian buku pelajaran, biaya pendaftaran masuk, latihan ujian, biaya remedial, pemeliharaan gedung/ruangan berbiaya ringan, serta peralatan pendidikan bagi anak miskin, seperti pembelian tas sekolah dan sejenisnya.  (D10-37)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

14 Juta Siswa Akan Terima SSM

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menambah jumlah penerima Subsidi Siswa Miskin (SSM). Hal itu merupakan upaya pemerintah untuk menunjukkan konsistensinya membuka akses pendidikan bagi masyarakat.

Di samping itu juga merupakan langkah antisipasi dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 1 April yang akan datang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh mengatakan sebelum ada rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, jumlah penerima SSM hanya sekitar enam juta siswa. Akibat kenaikan (harga BBM) ini, maka diusulkan penerima SSM totalnya menjadi 14 juta.
”Jadi ada penambahan sekitar delapan juta siswa,” ungkap Nuh di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemarin.


Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM ini juga akan berdampak kepada siswa atau keluarga yang masuk dalam kategori hampir miskin. Oleh karena itu, pihaknya berusaha untuk melindungi anak-anak yang masih bersekolah sehingga proses pendidikan dapat terus berjalan.  
”Pendidikan harus terus berjalan bagi semuanya. Ketika BBM naik, ada yang kena dampak. Bagaimanapun juga anak-anak harus tetap sekolah,’’ terangnya.

Putus Sekolah

Dirinya tidak ingin kenaikan harga BBM tersebut menambah jumlah siswa putus sekolah, dikarenakan tidak mampu membayar biaya pendidikan. Kenaikan BBM itu juga berdampak bagi keluarga yang hampir miskin.
”Jadi, bukan hanya yang ada dalam garis kemiskinan saja yang akan kita beri SSM. Sehingga, tidak menambah jumlah siswa putus sekolah karena kekurangan biaya,” tutur dia.

Di samping menambah jumlah siswa penerima SSM, pihaknya juga akan menaikkan unit cost. Untuk sekolah dasar (SD) dari Rp 380 ribu per siswa per tahun, dinaikkan menjadi Rp 450 ribu per siswa per tahun. Sementara SMP, unit cost SSM yang semula Rp 550 ribu, menjadi Rp 750 ribu. ”Sedangkan SMA, dari Rp 780 menjadi satu juta,” sebut mantan Rektor ITS itu.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP, Reni Marlinawati mengatakan, program SSM tidak akan memberikan dampak apa-apa.
Dirinya mengusulkan, anggaran SSM sebaiknya dialokasikan untuk menambah anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (K32-91) (/)


Sumber : Suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Prinsip Penyusunan Rpp Berkarakter

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Seperti yang kita ketahui bahwa Format Rpp Berkarakter terbaru telah dikeluarkan secara resmi oleh BSNP Indonesia beberapa waktu yang lalu, tetapi tidak semua dari kita sebagai Guru mengetahui secara detail Cara Membuat Rpp Berkarakter, Untuk itu ada baiknya kita mengetahui Prinsip Penyusunan Rpp Berkarakter.

6 Prinsip Penyusunan Rpp Berkarakter (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi)

1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Demikian 6 Prinsip Penyusunan Rpp Berkarakter, semoga dapat berguna bagi bapak dan ibu guru disekolah dalam Menyusun Rpp Berkarakter


Sumber : inforppsilabus

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

11 Cara Membuat Rpp Berkarakter

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban Membuat RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Kalau selama ini saya telah memberikan Download Rpp Berkarakter secara gratis, maka malam ini saya mencoba menulis Cara Membuat Rpp Berkarakter
 
Bagaimana Cara Membuat Rpp Berkarakter Sesuai BSNP
Harus memenuhi 11 Komponen RPP dibawah ini
  1. Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
  2. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
  3. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
  4. Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  5. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar
  6. Materi ajar, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  7. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
  8. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI
  9. Kegiatan pembelajaran meliputi : (1) Pendahuluan, merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. (2) Inti Kegiatan, merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. (3) Penutup,  merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
  10. Penilaian hasil belajar, Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
  11. Sumber belajar, Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
Kenapa kita perlu tahu Cara Membuat Rpp Berkarakter? agar perencanaan dalam proses pembelajaran yang berlangsung dikelas dapat mencapai tujuan pendidikan secara maksimal dan tentunya penyusunan tersebut sesuai dengan standar proses satuan pendidikan. 

Sumber : inforppsilabus

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

SK Dirjen Nomor 166 Tahun 2012

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Download SK Dirjen Nomor 166 Tahun 2012
Silakan download and Semoga bermanfaat

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Beasiswa BidikMisi 2012

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Beasiswa BidikMisi 2012 merupakan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi negeri, program ini dimulai pada tahun 2010.
pendidikan dan bantuan biaya  hidup kepada  Beasiswa BidikMisi 2012
Program Beasiswa BidikMisi 2012 merupakan program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010. Perguruan tinggi yang mendapat bantuan Bidikmisi yaitu perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah menjadi 30.000 di 117 perguruan tinggi negeri dengan adanya tambahan anggaran dari APBN-Perubahan.
Pada tahun 2012 Beasiswa BidikMisi ini dikembangkan menjadi 30.000 calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang diselenggarakan di 87 perguruan tinggi negeri dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saja. Walaupun demikian penerima bantuan Bidikmisi di bawah Kemenag angkatan tahun 2010 dan 2011 tetap dibiayai dari DIPA Kemdikbud tahun anggaran 2012.

Jadwal Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi 2012

  1. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur undangan : 20 Januari 2012 - 29 Februari 2012
  2. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur ujian tulis : 1 Mei 2012 - 29 Mei 2012
  3. Jadwal Pendaftaran Bidikmisi untuk Seleksi Mandiri mengikuti ketentuan masing masing PTN
Beasiswa BidikMisi 2012.
 
Dari Sahabat

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

BOS Belum Cair, Madrasah Dilarang Hutang

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) hingga saat ini masih belum bisa mengucurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Kondisi ini berimbas tidak berjalannya beberapa program atau kegiatan sekolah. Kemenag mengeluarkan kebijakan seluruh madrasah sasaran dana BOS tidak boleh hutang untuk menjalankan program atau kegiatan yang terhenti itu.

Di antara program atau kegiatan yang boleh didanai BOS adalah, pembelian perangkat komputer, membantu siswa miskin, pengembangan profesi guru, perawatan sekolah, langganan dana dan jasa seperti internet, PLN, PDAM, dan lain-lain.

"Semua kegiatan, program, dan pengadaan barang harus ada uangnya dulu. Madrasah tidak boleh hutang," ujar Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Nur Syam di Jakarta, Selasa  (6/2).

Terkait dengan berlarutnya proses pencairan BOS di Kemenag, mantan rektor IAIN Sunan Ampel, Surabaya itu mengaku sangat iri dengan rekan sejawatnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Nur Syam menjelaskan, pihaknya iri karena Kemendikbud sudah menuntaskan pengucuran dana BOS triwulan pertama 2011 di bulan pertama. "Sementara kita sampai sekarang belum," kata dia.

Dia tidak menutup mata jika keterlambatan proses pengucuran dana BOS madrasah yang dikelola Kemenag ini mengganggu aktivitas pendidikan. Menurut Nur Syam, keterlambatan ini jelas mengganggu agenda atau program-program yang sudah dirancang pihak madrasah dari alokasi dana BOS. Namun, Nur Syam menjelaskan fenomena ini tidak mengganggu kucuran gaji guru beserta tunjangannya. Sebab, untuk pos ini sudah dianggarkan di luar dana BOS.

Meskipun melihat ada tanda-tanda kegiatan atau program di madrasah yang terhenti, Nur Syam meminta sekolah tidak hutang kanan-kiri. Dia meminta program dijalankan setelah dana BOS cair. Dia menegaskan, pemerintah sudah tegas melarang sekolah hutang untuk menggelar agenda, program, atau pengadaan barang tertentu.

Di tengah lamanya pengucuran dana  BOS madrasah, Nur Syam berharap pekan depan ada perkembangan signifikan. Dia menjelaskan, sudah berkomunikasi dengan Ditjen (direktorat jenderal) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terkait dana BOS. Kemenkeu sudah siap mengucurkan dana BOS karena tanda bintang, lambang tidak boleh dicairkan, yang diberikan oleh DPR sudah dihapus.

Dia menjelaskan, jika Kemenkeu sudah meng-acc pengucuran dana BOS, infratruktur penunjang sudah siap. Diantaranya adalah rekening sekolah penerima. Nur Syam mengatakan, meski belum ada duitnya Kemenag sudah menginstruksikan untuk penyiapan penyaluran dana BOS. Sehingga jika sewaktu-waktu dana BOS siap dicairkan, tidak ada persoalan baru yang menghambat.

Menurut Nur Syam, titik awal persoalan pengucuran dana BOS madrasah adalah penyematan tanda bintang oleh anggota dewan di Komisi VIII DPR (bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan). Sikap anggota dewan yang memberikan tanda bitang untuk pos anggaran dana BOS ini sempat menuai kritik. Sebab, dana ini langsung digunakan oleh madrasah atau satuan pendidikan.

Sempat berhembus dugaan, tanda bintang ini muncul akibat pertentangan politik antara komisi VIII DPR dengan Kemenag. Dana BOS 2012 di Kemenag tingkat MI mencapai Rp 1,8 triliun untuk sekitar 3,1 juta siswa. Masing-masing siswa MI mendapatkan alokasi Rp 580 ribu per tahun. Sedangkan jenjang MTs, dana BOS mencapai Rp 1,9 triliun untuk 2,7 juta siswa. Setiap siswa di jenjang MTs, mendapatkan dana Rp 710 ribu per tahun.

Selain itu, Kemenag juga mengalokasikan dana BOS untuk pesantren terbuka setaraf MI. Total dana BOS untuk pesantren ini mencapai Rp 92,3 miliar untuk 169.562 santri. Serta dana BOS untuk pesantren terbuka setaraf MTs sebesar Rp 215,3 miliar untuk 303.330 santri. Alokasi dana BOS yang diterima masing-masing santri disamakan dengan dana BOS untuk MI dan MTs. (wan)
 
Sumber : jpnn.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pemerintah Seriusi Program Pendidikan 12 Tahun

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA--Pemerintah menegaskan bahwa di tahun 2012 ini akan semakin serius dalam menangani program pendidikan 12 tahun, yakni dengan meluncurkan program pendidikan menengah universal 12 tahun.

Program ini diluncurkan berdasarkan hasil dari rapat koordinasi yang diikuti oleh Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui, agenda utama rapat koordinadinasi tersebut  adalah pendidikan menengah universal 12 tahun yang semula dikenal dengan program wajib belajar 12 tahun. Menurutnya, saat ini tidak menggunakan istilah wajib belajar disebabkan karena dirasakan tidak tepat.

"Kalau pemerintah tetap memakai istilah wajib belajar 12 tahun, tidak ada dasarnya. Siapa yang mewajibkan? Kalau wajar 9 tahun kan memang amanah UU. Sehingga, istilah ini yang menurut kami tepat," ungkap Nuh ketika ditemui usai rakor di Gedung Kemdikbud, Jakarta, (6/3).

Pentingnya menggagas pendidikan universal ini , lanjut Nuh, sebagai bentuk tekad pemerintah untuk dapat memanfaatkan demografi Indonesia yang berlangsung pada tahun 2010 hingga 2035. Disebutkan, pada tahun 2020 nanti ada sekitar 97 persen masyarakat Indonesia berada di usia produktif dan juga peningakatan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa usia 16 - 18 tahun.

"Sehingga, pemerintah harus dapat memastikan kesiapannya di tahun 2013 mendatang. Yakni, mulai saat ini pemerintah akan membangun 12 ribu ruang kelas baru untuk dapat menampung lonjakan APK siswa di jenjang pendidikan menengah tersebut," ujarnya.

Disebutkan, anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk membangun 12 ribu ruang kelas baru tersebut adalah sebesar Rp 2,4 triliun. Sedangkan daya tampung dari 12 ribu ruang kelas baru tersebut sekitar 460 ribu siswa.

"Mengenai komposisi antara SMK dengan SMA belum jelas, karena nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Namun nampaknya nanti akan ada pergeseran rasio SMK dan SMA. Saat ini rasionya 49 : 51 , sedangkan ke depan akan berubah menjadi 52 : 48," sebutnya.

Lebih jauh Nuh menambahkan, dalam hal ini pemerintah juga sudah menganalisa kebutuhan guru di saat lonjakan APK siswa pendidikan menengah tersebut. Dikatakan, persiapan penambahan guru sudah mulai dilakukan sekarang, terutama untuk guru SMK.

"Karena perekrutan guru SMK itu tidak sembarangan. Ukuran kompetensi guru SMK itu memiliki design khusus. Kenapa? Karena SMK itu selain memiliki kemmapuan teori, juga harus memiliki ketrampilan," tukasnya. (Cha/jpnn)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

BOS Madrasah Cair Minggu Depan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA--Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah akan cair minggu depan. Pasalnya, saat ini persoalan yang menyangkut anggaran yang sempat belum disetujui oleh DPR sudah dapat diselesaikan.

"Kalau kita melihat perkembangannya hari ini, nampaknya minggu depan sudah bisa cair. Sebab hari ini malah anggaran-anggaran yang dibintangi, sudah selesai," ungkap Nur Syam usai rapat koordinasi di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (6/3).


Nur Syam mengatakan, kesiapan Kemenag untuk proses pencairan dana BOS ini juga sudah siap 100 persen dan dijamin tidak ada masalah. Menurutnya, data sekolah dan murid penerima BOS Madrasah ini sudah siap di seluruh kabupaten/kota.

"Artinya, dari sisi administratid dan penyiapan sasaran sudah tidak ada problem. Kalaupun hari ini bisa cair, juga sudah bisa ditransfer langsung ke rekening sekolah. Karena jalurnya sudah siap semua," tuturnya.

Sementara disinggung mengenai biaya operasional yang harus ditanggung sekolah saat ini sebelum menerima BOS, Nur Syam mengatakan hal itu sudah dapat diatasi. Karena, keterlambatan pengiriman dana BOS ini tidak mengganggu gaji dan tunjangan guru.

"Selama ini ada beberapa solusi untuk menangani masalah ini. Namun yang penting, untuk gaji dan tunjangan tidak ada masalah. Yang terkendala hanya program di sekolah saja," terang Nur Syam. (Cha/jpnn)

Sumber : jpnn.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Perlindungan Guru Perlu Perbaikan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

SEMARANG-Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1993-1998) Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro menilai guru Indonesia pada umumnya masih belum diberi penghargaan yang layak, baik oleh yang berwajib maupun masyarakat.

 Bahkan harkat dan martabat guru dimata masyarakat dan para pengambil keputusan masih rendah.
''Pembinaan profesi oleh pemerintah dan oleh himpunan profesi juga masih belum maksimal. Lebih dari itu kesejahteraan guru masih minim serta perlu ada perbaikan peningkatan dan perlindungan guru dalam semua bidang agar harkat dan martabat guru bisa lebih meningkat,'' tuturnya dalam acara pelantikan Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Jateng dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI di Kampus 2 IKIP PGRI Jl Sriwijaya, Minggu kemarin.


Profesor Wardiman Djojonegoro, selaku ketua DKGI PGRI Pusat menyatakan, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengubah paradigma atau kehidupan sistem pendidikan di Indonesia. Pihak yang paling terkena dari UU tersebut adalah Guru. ''Karena itu kita bertekad akan meningkatkan perbaikan nasib guru kita yang sudah lama disia-siakan. Kita ingin mengembalikan guru dihormati seperti pada zaman Belanda,'' tuturnya.

Selesai Tahun Ini

Menurut Profesor Wardiman, program kerja yang akan dibuat antara lain pembentukan DKGI di setiap cabang dan provinsi dengan tugas untuk menegakkan pelaksanaan profesi guru. DKGI akan bertindak secara proaktif bersama-sama pengurus daerah dan cabang dan LKBH untuk segera memberikan perlindungan dan pembinaan kepada para guru. " Pembentukan di 33 provinsi dan daerah diharapkan bisa selesai tahun ini,'' imbuhnya.

Ketua PGRI Jateng Dr H Soebagyo Brotosedjati MPd sebelumnya menjelaskan, karena organisasi ini telah memiliki Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), maka guru yang salah atau benar tetap diberikan pembelaan.
Sebagai Ketua LKBH PGRI Jateng adalah H Taruna SH, adapun sebagai Ketua DKGI PGRI Jateng adalah Dr H Sudharto MA.(E1-91) (/)

Sumber : Suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.


Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.


Sumber : Pendidikan Karakter oleh timothy wibowo

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

286.000 Guru Ikut Uji Kompetensi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA - Sebanyak 286.000 guru yang memenuhi syarat akan mengikuti uji kompetensi awal yang dilaksanakan serentak pada 25 Februari 2012. Uji kompetensi tersebut dipusatkan di kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, uji kompetensi awal tersebut dilakukan sebagai langkah awal sebelum masuk ke proses sertifikasi. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui secara persis kompetensi guru yang akan mendapat sertifikasi, sehingga dapat dipastikan profesionalitas guru tersebut.


“Kami ingin memastikan dengan uji kompetensi awal, sehingga nantinya dalam proses Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) itu kami bisa melakukan secara efektif, karena sudah diketahui petanya,” ujar Nuh.

Menurutnya, dari peta tersebut dapat diketahui kelebuhan dan kekurangan para guru, sehingga dapat dilakukan perbaikan secara maksimal. Bagi para guru yang nantinya tidak lulus uji kompetensi, akan diberi pendampingan dan pelatihan guna perbaikan kompetensi.

“Dengan uji kompetensi ini kami tahu persis di mana peta kemampuan sang guru. Tidak hanya di tingkat kabupaten kota, tapi juga secara nasional,” ungkap mantan Menkominfo.

Nuh memastikan, uji kompetensi tersebut diselenggarakan bukan untuk mempersulit para guru untuk mendapatkan sertifikasi, namun untuk memastikan agar para peserta didik dapat diajar guru-guru yang benar-benar berkompeten.

Dia menyebutkan, dengan adanya sertifikasi guru, biaya yang harus dikeluarkan negara sangatkan besar, yakni Rp 160 triliun dan setiap tahun akan bertambah Rp 15 triliun. “Tidak apa-apa dibayar mahal asal kualitasnya bagus, karena kami punya tanggung jawab. Tapi, jangan sampai gaji dinaikkan, tidak diikuti kualitas,” tandasnya.

Untuk ke depan, pihaknya mulai merekrut guru secara khusus. Tidak semua mahasiswa yang masuk ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dapat menjadi guru. “Tidak semua yang masuk di LPTK otomatis menjadi guru. Kami ingin menyiapkan guru secara khusus. Demikian juga profesi akan melekat dengan sistem pendidikan,” ujar Nuh.

Di Jateng

Sementara itu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah akan menggelar uji kompetensi awal (UKA) sertifikasi bagi guru 2012 serentak di kabupaten/kota, Sabtu (25/2). Sebagai penyelenggara, LPMP mencatat kegiatan tersebut akan diikuti 36.444 pendidik yang terdaftar dalam peserta sertifikasi guru 2012.

Penanggung Jawab Uji Kompetensi Awal Jateng Tartib Supriyadi mengatakan, untuk Provinsi Jateng kegiatan tersebut ditangani LPMP, mulai penggandaan soal hingga koordinasi pelaksanaan teknis di 35 kabupaten/kota.

’’Sementara untuk pelaksanaan UKA akan dilakukan serentak se-Indonesia di semua daerah mulai pukul 08.00-10.00. Materi yang diujikan berupa kompetensi profesional dan pedagogik,’’ ungkap dia didampingi Sekretaris UKA Jateng Yuli Haryanto, kemarin.

Sebanyak 36.444 orang di tingkat Jateng terdiri atas 21 pengawas, 22.428 guru SD, 345 guru SLB, 1.464 guru SMA, 2.179 guru SMK, 6.112 guru SMP, dan 3.895 guru TK itu akan mengerjakan materi dengan komposisi 70% kompetensi profesional dan 30% pedagogik. Jumlah soal yang dikerjakan yaitu 100 soal selama 120 menit. (K32,K3,K85-37)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

PEMBELAJARAN BERMAKNA : UBAH GURUNYA DULU, BARU MURIDNYA.

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Guru hampir tak bisa pernah lelap tidur, zaman berputar, dan teknologi selalu mati muda. Itulah yang terjadi ketika manusia menggunakan “mesin dahsyatnya”, berupa otak yang cerdik untuk selalu dan selalu berkreasi, inovasi ke dalam ranah teknologi.
Pembelajaran dengan segenap metodenya, yang beriringan dengan modelnya penyajian, adalah salah satu serpihan teknologi, yakni teknologi pembelajaran. Kini karya-karya unggul bidang pembelajaran muncul, konsekuensinya adalah lahirlah terminology alias istilah-istilah baru. Dalam proses pembelajaran, dari paradigma, model dan penerapannya, juga disentuh oleh kemajuan itu. Akhirnya orang mengenal istilah-istilah ini, mulai dari Quantum Teaching, Quantum Learning, Cooperative Learning, hingga Contextual Teaching Learning. Istilah yang kadang bikin pening, kadang pula juga mengundang tanggapan miring, adalah suatu realita yang menuntut adanya daya suai bagi profesi Guru. Rupanya hal itu menuntut suatu keharusan, dengan kata lain, Guru harus berubah. Pertanyaannya sudah siapkah sang Guru, merubah beton-beton mental yang telah lama membatu, dan sudah menjadi jati diri.

Teknologi secanggih apa pun tak akan mampu diaplikasi, ketika manusia sebagai aktornya enggan merubah mentalitasnya.
Hari ini kita dalam wahana sosialisasi, yang akan mengangkat sebuah materi pembelajaran bermakna, namun jika mentalitas kita memberi jawaban enggan berubah, maka wahana sosialisasi ini tidak memiliki arti.
MENGUBAH MENTALITAS YANG TERLANJUR BEKU & MEMBATU

Hadirnya sesuatu yang baru, serta merta membelah sikap mental seorang-orang, ada yang setuju, ada yang pula menggerutu. Sosialisasi kalau ini memiliki maksud untuk menjebatani belahan sikap tadi. Seperti lahirnya “PEMBELAJARAN BERMAKNA”, yang kini akan kita dicerna bersama, kita kunyah-kunyah berjama’ah. Kadang mengundang pertanyaan yang sangat menyeramkan, apakah selama ini pembelajaran tidak bermakna ?. Apakah pembelajaran yang kita lakukan selama ini sia-sia?. Tentu itu tidak benar. Pembelajaran yang kita lakukan sudah benar, namun kemajuan teknologilah yang menstimuli kita untuk beradaptasi, artinya mengadaptasikan proses pembelajaran sesuai zaman.
Bagaimana dengan profesi kita?, Tentunya yang harus kita kedepankan saat ini adalah kerelaan kita untuk berubah.
Model pembelajaran, adalah sebuah metodologi, atau sarana, lebih kasar kita sebut “alat” atau “piranti”. Guru adalah seorang profesionalis yang menjalankan fungsi-fungsinya dengan menggunakan metodologi, kendatipun aturan telah dicanangkan, namun sikap mental masih pada pusaran yang rentan berubah, maka segalanya menjadi kalah dan “mentah”
Kuncinya adalah, saat ini kita harus berubah. Dari paradigma lama menju yang baru.
MODAL MENGGAPAI PARADIGMA BARU

Seorang Guru pasti memahami istilah yang satu ini. “Learning Process”. Manusia bisa berubah dan menerima paradigma baru, tidak serta merta. Tapi perlu tahapan. Tahapan itu adalah, “Know”, “Believe”, “Attitude”, “Behavior”, “Habit” dan ” Culture”.
Know:
Semua stimuli dari akibat interaksi kita dan lingkungan, akan menjadi bahan dasar untuk mengetahui sesuatu, dan selanjutnya berfungsi untuk memicu munculnya perilaku. Workshop kali ini adalah wahana menstimuli, agar meransang munculnya perilaku baru.
Yakni menerima atau menolak, setuju dengan pembelajaran bermakna atau tidak
Believe:
Setelah kita mengetahui sesuatu yang baru, yang sudah disaring oleh keyakinan kita. Keyakinan yang bersumber dari nilai-nilai yang terbentuk di lingkungan. Jika hal itu bermakna, maka kita pasti menerimanya.
Attitude :
Sinergi antara apa yang kita ketahui dengan apa yang kita yakini, dan akhirnya membuahkan perilaku. Hebatnya, metodologi yang baru, apakah Quantum Teaching, Learning, atau Cooperative leraning. Jika Guru tidak yakin akan hal itu, maka hampir dipastikan tidak akan lahir perilaku yang baru.
Behavior :
Perilaku yang ditampilkan oleh seorang Guru, adalah akumulasi dari Know, believe dan Attitude. Ketiga paduan tersebut, acapkali disebut sebagai “software”, sedangkan behavior adalah ‘hardwarenya” Jika seorang Guru dalam memahami pembelajaran bermakna tidak melalui proses know, believe, hingga attitude, maka bekerjanya akan setengah hati.
Habit :
Perilaku yang didemonstrasikan secara konsisten adalah kebiasaan [habit], merupakan bentuk kristalisasi perilaku. Jika hal ini terbentuk, maka Pembelajaran Bermakna, akan menjadi santapan, alias menu utama Guru. Semuanya akan menjadi jalan tanpa hambatan, metode pembelajaran ini kan popular, setara film “ayat-ayat cinta”
Cultutre:
Budaya adalah cerminan dari nilai-nilai yang diketahui dan diyakini. Budaya merupakan pemantapan dari kebiasaan [habit]. Pada tahapan inilah, perilaku seorang-orang sudah melekat dan sulit untuk diubah kembali, kendati ada nilai-nilai yang baru.
Jika ada intervensi nilai yang baru, harus melalui “Learning Process”. Pengalaman yang kita tarik dari pemahaman ini adalah, bahwa workshop ini, tidak serta merta langsung berubah budaya yang sudah membatu dan membeku. Namun tersimpan sebuah kesadaran, yang menyatakan bahwa workshop kali ini adalah utaian dari “learning process“
MEMBANGUN ABILITY TO RESPONSE
Guru juga manusia “. Manusia yang memiliki kemampuan untuk menanggapi adalah manusia yang mampu mengendalikan kehidupannya, sehingga dia mampu menentukan tindakannya sendiri. Terkait dengan profesi seorang Guru, maka dalam membangun citranya sedikitnya, ada lima kemampuan yang harus dikantongi.
Kemampuan-kemampuan itu adalah:

  • Ability to fact [kemampuan memahami fakta]
  • Ability to basic knowledge [kemampuan memahami dasar-dasar pengetahuan]
  • Ablity to evaluation [kemampuan mengevaluasi]
  • Ability to analysis [kemampuan analisis]
  • Ability to response [kemampuan menanggapi]. adalah kemampuan yang muncul, akibat kemampuan-kemampuan lainnya, seperti: kemampuan memahami fakta; kemampuan memahami dasar-dasar pengetahuan, kemampuan evaluasi dan kemampuan analisis]
Ability to fact [kemampuan memahami fakta];
Jika kemampuan ini telah ada pada diri seorang Guru, maka pengalaman empirinya yang akan mengendalikan apakah sesuatu itu yang diterima inderanya memiliki nilai-nilai manfaat. Jika hal itu tidak menjadikan sebuah ancaman bagi dirinya, dan justru memiliki manfaat besar bagi dirinya, maka akan diterimanya.
Apakah Pembelajaran Bermakna itu, sebuah ancaman bagi eksistensi profesi, atau justru itu membantu Guru ?. Kemampuan inilah yang mengendalikannya.
  • Hadirnya Pembelajaran Bermakna, harus diterima, karena fakta telah menunjukkan eksistensinya
Ability to basic knowledge [kemampuan memahami dasar-dasar pengetahuan]
Guru hampir semuanya telah memiliki kemampuan ini, tidak ada seorang pun yang mengatakan tidak. Semua Guru telah memilikinya, telah menyadarinya, dan merupakan bagian dari profesinya.
“Jika” selalu diikuti “Maka”. Jika seorang Guru enggan mengubah paradigmanya, maka akan disisihkan oleh zaman.
Hadirnya pengetahuan baru, model pembelajaran baru, tidak harus ditunggu, tapi diantisipasi.
  • Hadirnya Pembelajaran Bermakna, harus diterima, karena pengetahuan telah mengawalnya.
Ability to evaluation [kemampuan mengevaluasi]
Kemampuan ini adalah, bagian yang melekat pada profesi Guru. Setiap berpikir bertindak, dan berperilaku selalu mengedepankan kemampuan ini. Tentunya ketika menjalankan profesinya, seorang Guru selalu memberikan pertimbangan akan manfaat, dan keruginya. Menimbang kemungkinan risiko yang dihadapinya. Hadirnya model pembelajaran baru, hampir dipastikan merupakan “rekayasa nilai-nilai” [reengineering] atas model pembelajaran yang lama.
  • Hadirnya Pembelajaran Bermakna, harus diterima, tidak perlu diragukan lagi, karena merupakan rekayasa nilai-nilai atau metode yang mendahuluinya.
Ability to Analysis [kemampuan analisa]
Merupakan kemampuan dalam mengurai permasalahan secara detil, dan menggunakan berbagai dimensi ketika memandang sesuatu masalah. Guru sadar atau tidak telah lama memiliki dan menggunakannya. Guru setiap menjalankan profesinya, selalu melakukan tahapan ini. Bahkan Guru-guru telah lama melakukan Penelitian Tindakan Kelas [PTK], jauh sebelum PTK se-populer saat ini. Saat ini PTK populernya hampir menyamai seorang artis seperti Kridayanti. Namun Guru tidak mampu menuliskannya, kedalam bahasa tulis ilmiah.
Kalau di analisa lebih tajam, sebenarnya Guru-guru telah lama mengaplikasikan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan zamanya, termasuk metode pembelajaran bermakna. Namun Guru masih ragu apakah yang dilakukan itu telah memenuhi kaidah bermakna.
  • Hadirnya Pembelajaran Bermakna, harus diterima, karena yang sebenarnya Guru-guru telah lama melakukannya, tetapi ada keraguan apakah yang dilukukan itu, Pembelajaran yang bermakna.
Ability to response [Kemampuan menaggapi]
Adalah kemampuan yang muncul, akibat kemampuan-kemampuan lainnya, seperti: kemampuan memahami fakta; kemampuan memahami dasar-dasar pengetahuan, kemampuan evaluasi dan kemampuan analisis.
Bagi profesi seorang Guru, kemampuan managgapai adalah citra diri dalam melihat dirinya [self image].
Detilnya antara lain:
  1. Kemampuan dalam memahami kompetensi [competency]
  2. Kemampuan untuk meciptakan visi [Vision] sebagi harapan dan cita-cita
  3. Kemampuan untuk memberikan makna pada hidupnya yang diwujudkan dalam bentuk pemaknaan misi [Mission] hidupnya
  4. Kemamuan menggunkan kompetensinya untuk mewujudkan visi dan misinya dalam bentuk strategi yang dijalankan
  5. Kemampuan menterjemahkan strategi sebagai aksi.
  6. Hadirnya Pembelajaran Bermakna, harus respon secara positif, karena kompetensi Guru, yang didalamnya menggambarkan Visi, Misi, Startegi, dan Aksi. Semuanya adalah bagian dari kekuatan atau potensi profesi.
MENGAPA PEMBELAJARAN BERMAKNA

Kita diingatkan oleh adigium yang dibangun dari reklame minuman.
Pertama: Kapan saja, Dimana, saja “Minum” Metode Pembelajaran Bermakna
Kedua: Apapun “makanan” model pembelajarannya , “minumnya” model pembelajaran bermakna.
Tapi mengapa model pembelajaran bermakna ?
Tentunya harus dikembalikan pada fakta sebenarnya, karena jika dilacak sebuah pembelajaran harus diindikasikan pada tingkatan yang kondusif, menyenangkan, dan kontekstual.
Mencuplik dari buku “Menggagas Pendidikan Bermakna”, buah pikir Prof. Muchlas Samani, bahwa apapun model pembelajaran, maka harus bermakna [meaningful learning]. David Ausubel, adalah seorang orang ahli psikologi pendidikan, menurut Ausubel [1966] bahan pelajaran yang dipelajari harus “bermakna’ [meaning full]. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah sipelajari dan dingat siswa.
Suparno [1997] mengatakan, pembelajaran bermakna adalah suatu proses pembelajaran dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seorang-orang yang sedang dalam proses pembelajaan. Pembelajaran bermakan terjadi bila siswa mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka. Artinya, bahan pelajaran itu harus cocok dengan kemampuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, pelajaran harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang sudah dimilki siswa, sehingga konsep-konsep baru tersebut benar-benar terserap olehnya. Dengan demikian, factor intelektual emosional siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran bermakna, adalah pembelajaran yang menyenangkan, pembelajaran yang menyenangkan, akan memiliki keunggulan dalam meraup segenap informasi secara utuh, konsekuensi akhirnya adalah meningkatkan kemampuan siswa.
Anlogi seperti yang ditulis oleh Taufiq Pasiak, dalam penelitiannya terhapad tikus yang mendapat perlakuan penekanan[stressor] dan tikus yang enjoy [tanpa stressor]. Hasil penelitian menujukkan bahwa intervensi dari luar [berupa stressor] akan mengubah struktur otak , terutama pada kadar reseptor dan neurotransmitter. Ringkasanya perlakuan stresoor [tidak] menyenangkan akan menurunkan kemampuan tangkapannya.
Sejalan dari pemikiran itu Bobbi DePorter, mengenalkan lompatan pembelajaran yang menyegarkan dan menyenangkan. Dengan mengubah energi potensial siswa menjadi cahaya, menjadikan semuanya bermakna. Oleh karenanya motede pembelajaran yang dikreasi Bobbi, memberikan jargon, T-A-N-D-U-R dan AMBAK.
Berikut kerangka rancangan Belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR
  1. TUMBUHKAN. Tumbuh- kan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaat BAgiKU ” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar
  2. ALAMI. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar
  3. NAMAI. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebuah “masukan”
  4. DEMONSTRASIKAN. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk ‘menunjukkan bahwa mereka tahu”
  5. ULANGI. Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan , “Aku tahu dan memang tahu ini”.
  6. RAYAKAN. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan.
KAPAN KITA MENGGUNAKAN

Revolusi cara belajar mengubah segalannya, ketika citarasa yang menyenangkan menjadi atmosfir pembelajaran bermakna. Maka ketika menerapkaj harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah tertentu. “Warung Jamu”, adalah sebuah kaidah yang merupakan kepanjangan dari WAktu-RUaNG-JumlAh dan MUtu. Makna Warung Jamu adalah dimennsi ukur yang harus diperhatikan, ketika seorang Guru melakukan pembelajaran.
  • Kapan [waktu], kita melalukan pembelajaran
  • Pada rentangan bagaimana atau pada kondisi yang bagaimana [ruang], kita melakukan pembelajaran
  • Kuantitas audience [jumlah]
  • Kualitas yang diharapkan [mutu]
Sejalan dengan kaidah tersebut, kita diingatkan pula dengan kaidah “ABCD” –[Audience, Behavior, Condition and Degree]. Kaidah inilah, bagaikan bintang pengarah para guru untuk memilih metode pembelajaran yang EER[ Efektif, Efisien dan Rasional].
Saat ini terjadi revolusi pembelajaran, yang mengenarasi banyak metode pembelajaran, namun kita dicermati adalah berubahnya paradigma pembelajaran. Dari Guru sebagai pusat pembelajaran, atau semuanya sangat ditentutkan dari atas “driver company”, menuju pembelajaran yang memberikan ruang gerak secara utuh dan menyeluruh pada siswanya “driver customer“. Paradigma inilah yang menuntut setiap Guru untuk cermat dalam memilih metode pembelajaran. Tentunya metode pembelajaran Bermakna
PUSTAKA PEMBERI NUANSA:

  • Barbara K. Given [2007]. Brain Based Teaching [Merancang Kegiatan Belajar Mengajar yang Melibatkan Otak Emotional, Sosial, Kognitif, Kinetetis, dan Reflektif]. Penerbit Kaifa Bandung.
  • Ijoni [2007]. Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Penerbit Alfabeta Bandung.
  • Muchlas Samani [2007]. Pendidikan Bermakna: integrasi Life Skill-KBK-CTL-MBS, Penerbit SIC Surabaya
  • Suprano,P.[1997]. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Penerbit Kanisius Yogyakarta.
  • Yosi Novian dan Faqih Syarif [2008]. Quantum Quotient, Learning Behavior, Ability To Respones & Training, PT Jaya Pustaka Media Utama, Surabaya
Posted by Nur Salim
Sumber : Djoko Adi Walujo [Pemerhati Buku

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tentang Kehadiran dan Ketidakhadiran Siswa di Sekolah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Kehadiran siswa di sekolah (school attandence) adalah kehadiran dan keikutsertaan siswa secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah. Sedangkan ketidakhadiran adalah ketiadaan partisipasi secara fisik siswa terhadap kegiatan-kegiatan sekolah. Pada jam-jam efektif sekolah, siswa memang harus berada di sekolah. Kalau tidak ada di sekolah, seyogyanya dapat memberikan keterangan yang sah serta diketahui oleh orang tua atau walinya.
   adalah kehadiran dan keikutsertaan siswa secara fisik dan mental   terhadap aktivitas s Tentang Kehadiran dan Ketidakhadiran Siswa di Sekolah
Carter V. Good (1981) memberi batasan kehadiran sebagai berikut: “The act of being present, particulary at school,  …attendance at school as not merely being bodily presence but including actual participation in the work and activities …”.
Pengertian kehadiran seperti yang dikemukakan di atas seringkali dipertanyakan, terutama pada saat teknologi pendidikan dan pengajaran telah berkembang pesat seperti sekarang ini. Kalau misalnya saja, aktivitas-aktivitas sekolah dapat dipancarkan melalui TV dan bisa sampai ke rumah, apakah kehadiran siswa secara fisik di sekolah masih dipandang mutlak? Jika pendidikan atau pengajaran dipandang sebagai sekedar penyampaian pengetahuan, sedangkan para siswa dapat menyerap pesan-pesan pendidikan melalui layar kacanya di rumah, ketidakhadiran siswa di sekolah secara fisik mungkin tidak menjadi persoalan.
Sebaliknya, jika pendidikan bukan sekadar penyerapan ilmu pengetahuan, melainkan lebih jauh membutuhkan keterlibatan aktif secara fisik dan mental dalam prosesnya, maka kehadiran secara fisik di sekolah tetap penting apapun alasannya, dan bagaimanapun canggihnya teknologi yang dipergunakan. Pendidikan telah lama dipandang sebagai suatu aktivitas yang harus melibatkan siswa secara aktif, dan tidak sekedar sebagai penyampaian informasi belaka.
Siswa yang hadir di sekolah hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. Sementara siswa yang tidak hadir di sekolah dicatat dalam buku absensi. Dengan perkataan lain, presensi adalah daftar kehadiran siswa, sementara absensi adalah buku daftar ketidakhadiran siswa.
Begitu jam pertama dinyatakan masuk, serta para siswa masuk ke kelas, guru mempresensi siswanya satu persatu. Selain agar mengenali satu persatu siswanya yang masuk sekolah dan yang tidak masuk sekolah. Demikian juga pada jam-jam berikutnya setelah istirahat, guru perlu mempresensi kembali, barangkali ada siswanya yang pulang sebelum waktunya. Tidak jarang, siswa pulang sebelum waktunya, hanya karena sudah dinyatakan masuk melalui presensi pada jam pertama.
Pada umumnya ketidakhadiran siswa dapat dibagi kedalam tiga bagian: (1) alpa, yaitu ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas,  dengan alasan yang  tidak bisa dipertanggungjawabkan; (2) ijin, ketidakhadiran dengan keterangan dan  alasan tertentu yang  bisa dipertanggungjawabkan, biasanya  disertai surat pemberitahuan dari orang tua; dan   (3) sakit, ketidakhadiran dengan alasan gangguan kesehatan, biasanya  disertai surat pemberitahuan dari orang tua atau surat keterangan sakit dari dokter.
Secara administratif,  pengelolaan kehadiran dan ketidakhadiran siswa pada tingkat kelas menjadi tanggung jawab wali kelas.  Oleh karena itu, wali kelas seyogyanya dapat mendata secara akurat  tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus dapat menganalisis dan menyajikannya dalam bentuk grafik atau tabel (diusahakan tersedia catatan harian dan tabel/grafik bulanan).
Sementara untuk tingkat sekolah, petugas yang tepat mengelola kehadiran dan ketidakhadiran siswa adalah wakasek kesiswaan. Sama halnya dengan wali kelas,  wakasek kesiswaan pun seyogyanya dapat mendata secara akurat  tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa secara keseluruhan serta dapat menganalisis dan menyajikannya dalam  bentuk grafik/tabel.
Informasi tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa ini sangat berguna untuk pengambilan kebijakan, baik pada tingkat kelas  maupun sekolah serta dapat digunakan untuk kepentingan pemberian bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menunaikan kewajiban kehadirannya di sekolah.
Rekapitulasi data ketidakhadiran siswa secara perorangan, –baik karena alasan alpa, sakit maupun ijin,– seyogyanya  disampaikan kepada orang tua,  minimal  dilakukan setiap bulan. Hal ini penting dilakukan agar orang tua dapat mengetahuinya dan dapat mengambil peran dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah ketidakhadiran anaknya.
Bagi sekolah yang sudah memiliki website sendiri, penyajian rekapitulasi data bulanan kehadiran dan ketidakhadiran siswa dalam website sekolah (dengan tetap menjaga hak privacy  siswa) mungkin akan sangat bermanfaat.  Selain sebagai bentuk laporan terbuka tentang progress sekolah,  mungkin juga dapat memotivasi siswa dan pihak-pihak lain yang terkait untuk lebih memelihara dan meningkatkan  kehadiran siswa di sekolah.
Hal lain yang tak kalah penting dalam pengelolaan kehadiran siswa ini  adalah perlunya aturan ketidakhadiran yang  tegas dan jelas, disertai dengan sanksi yang mendidik (khususnya bagi siswa yang kerap alpa) . Kendati demikian, tidak diharapkan adanya bentuk  sanksi  yang secara eksplisit menyatakan bahwa siswa yang sering tidak hadir wajib menghadap guru BK/Konselor. Jika hal ini terjadi maka secara langsung ataupun tidak langsung, Bimbingan dan Konseling akan dipersepsi siswa sebagai “satpam-nya sekolah”, yang tentunya tidak akan menguntungkan bagi pengembangan layanan BK  sebagai lembaga pelayanan bantuan psikologis di sekolah.
Dalam konteks pembimbingan atau bimbingan dan konseling, ketidakhadiran siswa hendaknya dipandang sebagai sebuah GEJALA dari INTI  MASALAH yang sesungguhnya.  Oleh karena itu, dalam upaya membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam kehadirannya di sekolah, maka guru atau konselor seyogyanya dapat memahami  latar belakang dan faktor-faktor penyebab ketidakhadirannya, untuk menemukan inti masalah yang sebenarnya. Dengan demikian,  upaya pengentasan ketidakhadiran siswa ini tidak terjebak pada penyelesaian yang bersifat simptomik.
Ada banyak sumber penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah, baik yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri (faktor internal), –misalnya karena disiplin diri  dan motivasi belajar yang  rendah- maupun  dari luar diri  siswa (faktor eksternal), –misalnya lingkungan sekolah dan pergaulan yang kurang kondusif. Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor eksternal yang mungkin bisa menyebabkan ketidakhadiran siswa di sekolah. Di bawah ini disajikan beberapa kemungkinan ketidakhadiran siswa yang disebabkan atau bersumber dari keluarga:
  1. Kedua orang tuanya baik ayah maupun ibu, bekerja. Hal demikian bisa terjadi, mengingat disamping siswa tersebut tidak mendapatkan pengawasan keluarga, juga bisa jadi yang bersangkutan memang disuruh menjaga rumah oleh kedua orang tuanya.
  2. Ada kegiatan keagamaan di rumah. Kegiatan keagamaan demikian, terutama pada masyarakat yang religius, bisa menjadikan sebab siswa tidak hadir di sekolah.
  3. Ada persoalan di lingkungan keluarga. Meskipun masalah tersebut tidak bersangkut paut dengan siswa, umumnya juga mempengaruhi jiwa siswa. Misalnya adanya pertengkaran antara ayah dan ibu, bisa menjadikan penyebab bagi siswa untuk tidak hadir di sekolah.
  4. Ada kegiatan darurat di rumah. Kegiatan yang sifatnya darurat, lazim memaksa anak untuk turut menyelesaikan sesegera mungkin. Hal demikian, bisa menjadikan penyebab siswa tidak dapat hadir di sekolah.
  5. Adanya keluarga, famili dan atau handai taulan yang pindah rumah. Ini seringkali menjadikan siswa untuk turut serta membantu serta menghadirinya. Tidak jarang, pindah rumah demikian bersamaan dengan hari dan atau jam sekolah. Pindah rumah memang tidak pernah mempertimbangkan aspek siswa sedang bersekolah atau tidak.
  6. Ada kematian. Kematian di dalam keluarga umumnya membawa duka bagi anak. Oleh karena dukanya tersebut, anak kemudian tidak hadir di sekolah.
  7. Letak rumah yang jauh dari sekolah. Hal demikian tidak jarang menjadikan siswa malas untuk hadir ke sekolah. Terkecuali jika ada transportasinya. Sungguhpun demikian, jarang juga ketika sudah ada transportasinya, siswa juga masih tetap tidak hadir di sekolah, karena mungkin waktu itu tidak mempunyai uang ongkos transportasi.
  8. Ada keluarga yang sakit. Pada saat salah seorang anggota keluarga ada yang sakit, tidak jarang siswa dimintai untuk menunggu atau merawatnya, sehingga menjadi penyebab siswa tidak bersekolah.
  9. Baju seragam yang tidak ada lagi. Ini dialami oleh mereka yang secara ekonomi memang lemah. Tidak seragam ke sekolah dikhawatirkan mendapatkan sangsi, umumnya siswa memilih tidak hadir di sekolah.
  10. Kekurangan makanan yang sehat. Ini terjadi pada siswa yang berada di daerah-daerah kantong kemiskinan.
  11. Ikut orang tua berlibur. Hari libur orang tua yang tidak bersamaan dengan hari libur sekolah bisa memberi peluang bagi tidak hadirnya siswa di sekolah. Karena, tidak jarang siswa mengikuti liburan orang tuanya.
  12. Orang tua pindah tempat kerja. Orang tua yang pindah tempat kerja bisa menyebabkan anak tidak hadir di sekolah, oleh karena anak kadang-kadang mengikuti orang tua baik untuk jangka waktu lama maupun untuk jangka waktu tertentu saja.
Upaya pengentasan masalah ketidakhadiran siswa yang bersumber dari faktor keluarga tentu saja sangat membutuhkan peran dan keterlibatan dari keluarga itu sendiri untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik. Namun apabila faktor penyebabnya  diduga dari dalam diri  siswa, maka  layanan konseling perorangan atau bantuan individual tampaknya bisa dijadikan sebagai sebuah pilihan.
Ada teori umum yang bisa dijadikan pegangan bahwa apabila intensitas dan frekuensi ketidakhadiran  siswa di sekolah cenderung  tinggi dan terjadi secara masif, maka bisa diduga faktor penyebabnya adalah lingkungan sekolah, misalnya karena faktor iklim dan budaya sekolah yang kurang kondusif.
Dalam hal ini, yang patut dicermati  adalah tingkat absensi guru.  Dalam beberapa kasus, ditemukan korelasi yang signifikan antara maraknya tingkat absensi guru dengan tingkat absensi siswa. Korelasi ini mungkin sejalan dengan pepatah klasik yang  mengatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Guru absen satu kali, siswa absen berkali-kali. Oleh karena itu, untuk mengatasi kasus seperti ini  maka  yang perlu  diperbaiki adalah lingkungan sekolah itu sendiri.   Tindakan represif terhadap siswa tampaknya tidak akan membuahkan hasil yang optimal, bahkan  mungkin  hanya akan meniimbulkan masalah-masalah baru yang semakin rumit.
---------------------------------------------------
Sumber:  Adaptasi dan dikembangkan dari:
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu  Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2008. Administrasi  dan Pengelolaan Sekolah; Administrasi  Kesiswaan. Jakarta
@ http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/10/17/tentang-kehadiran-dan-ketidakhadiran-siswa-di-sekolah/#more-1220

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

4 Kompetensi Yang Kudu Dikuasai seorang GURU

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Untuk menjadi seorang guru seseorang harus menguasai 4 kompetensi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu …
1.  Kompetensi Paedagogi ada 7 kemampuan yang tercakup dalam kompetensi ini yaitu
        Untuk menjadi seorang guru seseorang harus menguasai  4 Kompetensi Yang Kudu Dikuasai seorang GURU
  • Mengenal karakteristik anak didik
  • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
  • Pengembangan kurikulum
  • Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  • Memahami dan mengembangkan potensi
  • Komunikasi dengan peserta didik
  • Penilaian dan evaluasi
2.  Kompetensi Sosial, meliputi :
  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
  • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
    Untuk menjadi seorang guru seseorang harus menguasai  4 Kompetensi Yang Kudu Dikuasai seorang GURU3.  Kompetensi kepribadian , meliputi
  • Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
  • Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat
4.  Kompetensi Profesional, meliputi :
  • Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
  • Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Guru Tersertifikasi Perlu Dievaluasi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

SEMARANG - Langkah pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dan guru yang telah tersertifikasi pada 2013 mendapat sambutan positif. Namun, hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan dan periodik tiap tahun agar kualitas guru terus meningkat.

''Rencana ini harus segera terealisasi secepatnya, ini merupakan langkah positif yang harus didukung demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Jika ada kekurangan guru harus ada langkah konkret perbaikan,'' kata anggota konsorsium sertifikasi guru, Muhdi SH MHum, baru-baru ini. Dia menyatakan, walaupun sudah tersertifikasi, kinerja guru perlu dipantau sebab sertifikasi bukan sekadar untuk mendapatkan tunjangan.


''Harus diimbangi dengan peningkatan empat kompetensi yaitu pedagogik, sosial, profesionalitas, dan kepribadian. Sebab mutu pendidikan di tangan mereka,'' kata Rektor IKIP PGRI ini.  Menurut dia, peningkatan kinerja tersebut juga sebagai pertanggungjawaban guru tersertifikasi kepada masyarakat, selain itu dana yang dikeluarkan juga besar. ''Jika memang dalam evaluasi ada guru yang belum memenuhi standar komptensi guru, harus segara ada pembinaan dan pelatihan. Yang terpenting, dalam melakukan evaluasi harus adil sesuai dengan ketentuan, sehingga bisa diketahui apa yang kurang dari sertifikasi yang telah dilakukan,'' tandas Muhdi.

Ketua PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar menambahkan, yang paling berperan dalam melakukan evaluasi guru setelah tersertifikasi adalah kepala sekolah, sebab yang paling tahu kondisi guru di sekolah. ''Kepala sekolah harus bisa melakukan tindakan evaluasi guru di institusinya dan memberikan laporan kepada dinas pendidikan,'' ujar Ngasbun.  (H85-69)

Sumber : www.suaramerdeka.com

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Anggaran Internet Sekolah Ditahan DPR

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

JAKARTA - Sambungan internet sekolah dalam rangka Program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) tahun ini sedikit terganggu. Soalnya, anggaran khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Jardiknas masih ditahan DPR. Selama setahun, anggaran yang dikelola untuk Jardiknas ini mencapai Rp 162 miliar.

Program Jardiknas selama ini dijalankan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pusetekom) Kemendikbud. Kapustekom Kemendikbud Ari Santoso mengatakan, pihaknya harus memutar utak dengan keputusan DPR yang menahan duit Jardiknas ini. "Dalam APBN, pos anggaran Jardiknas ini diberi tanda bintang (tanda tidak dicairkan dulu, Red)," ujarnya.

Ari mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap DPR yang menunda dulu pengucuran dana untuk Jardiknas ini. Ketika diputuskan dana Jardiknas ditunda pencairannya, Ari menjelaskan pihaknya langsung putar otak. Dia mengatakan harus mencari alternatif pembiayaan.

Akhirnya, untuk sementara anggaran Jardiknas dipasrahkan ke masing-masing sekolah. Caranya, pihak sekolah diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk keperluan Jardiknas. Ari menuturkan, sekolah bisa mengalokasikan dana BOS untuk membeli modem atau membayar langganan internet untuk kepentingan pembelajaran.

Ari menjelaskan, program Jardiknas ini cukup beragam. Diantara manfaat Jardiknas ini adalah, sambungan internet di beberapa sekolah dasar, menengah, hingga tinggi. Menurut Ari, akses internet di sekolah-sekolah yang sebelumnya didanai duit Jardiknas tidak boleh berhenti meski anggaran belum bisa dikucurkan.

Keberadaan akses internet di sekolah-sekolah ini penting karena digunakan untuk akses pendidikan jarak jauh. Seperti mengikuti pelajaran lewat http://belajar.kemdiknas.go.id.

Pemanfaatan internet di sekolah-sekolah yang terhubung dalam sambungan Jardiknas lainnya adalah, untuk men-download buku-buku pelajaran dalam format digital atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). "Jika internetnya mandeg, tentu pembelajaran berbasis TIK terhambat," kata dia.

Ari juga mengatakan, keberadaan Jardiknas ini terus dikembangkan. Diantaranya untuk streaming beberapa perguruan tinggi negeri dengan Kemendikbud di Jakarta. Berbagai manfaat bisa diambil dalam streaming ini. Diantaranya untuk memantau pelaksanaan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) serta koreksi Unas (Ujian Nasional) secara real time.

Catatan terakhir, saat ini sudah ada ribuan institusi pendidikan yang sudah terhubung Jardiknas. Rinciannya adalah untuk tingkat SD sebanyak 6.069 unit, MI (569), SMP (7.405), MTs (1.9278), SMA (4.632), SMK (3.404), MA (1.216), PTN (54), dinas pendidikan provinsi (33), dinas pendidikan kabupaten/kota (497), dan UPT Kemendikbud di pusat dan daerah (117). (wan)

Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pedoman Pengisian Formulir Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Pedoman Pengisian Formulir Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012 dan Pendataan Calon Sertifikasi Tahun 2012 ( Download )


Sumber https://mtsmafaljpr.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.